Loading...

Kamis, 02 Juni 2011

Materi SMP Kelas 1

Asam Basa dan Garam

A. Asam
Istilah asam menurut Arrhenius adalah suatu zat yang jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion hydrogen (H+). Dalam kehidupan sehari – hari bahan – bahan atau sejenisnya yang mengandung asam bayak kita jumpai misalya : jeruk,apel,asam asetat,asam cuka , asam formiat , anggur dan lain sebagainya.
Bahan - bahan asam dapat sangat bermanfaat misalnya :
1. Asam Sitrat kegunaannya untuk pengawet makanan
2. asam sulfat kegunaannya untuk air aki.
3. asam fostat kegunaannya untuk bahan pupuk
4. asam karbonat kegunaannya untuk rasa segar dalam minuman.
Untuk lebih mudah di kenali,asam mempunyai sifat – sifat berikut :
a. Rasanya masam
b. Bersifat korosif terhadap logam tertentu
c. Larutannya bersifat elektrolit.
d. Warna kertas lakmus merah tetap menjadi merah dan mengubah warna kertas lakmus biru menjadi merah.
e. Menghasilkan ion hydrogen dalam air.

B. Basa
Istilah basa menurut Arrhenius adalah suatu zat yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion hidroksida (OH-).Contoh bahan yang termasuk basa adalah sabun, natrium hidroksida,kalium hidroksida,amoniak,kalsium hidroksida dan masih banyak lagi yang lain.
Bahan - bahan basa dapat bermanfaat sebagai berikut :
1. Natrium hidroksida kegunaannya untuk bahan pembuat sabun
2. kalsium hidroksida keguanaannya untuk membuat pupuk dan bahan campuran semen
3. Amoniak kegunaannya untuk membuat pupuk
4. Kalsium hidroksida kegunaannya untuk obat nyeri lambung.
Untuk lebih mudah di kenali, basa mempunyai sifat – sifat berikut :
a. rasanya agak pahit seperti sabun
b. bila terkena kulit agak licin (berlendir)
c. larutannya bersifat elektrolit
d. Bersifat kaustik yaitu dapat merusak kulit.
e. Warna kertas lakmuk biru tetap biru dan dapat mengubah kertas lakmus merah menjadi biru.

C. Garam
Garam adalah hasil campuran dari asam dan basa. Ion hydrogen dan ion hidroksida bereakasi membentuk zat netral (tidak bermuatan) dan zat tersebut tidak bersifat asam maupun basa.
Reaksi yang terjadi antara asam dan basa adalah reaksi penetralan. Reaksi tersebut dapat dituliskan sebagai berikut :
Asam + Basa Garam + Air
Dalam kehidupan sehari – hari garam dapat kita jumpai pada zat – zat, antara lain :
Garam dapur, natrium nitrat, kalsium klorida,natrium sulfat,kalsium sulfat dan lain sebagainya.
Bahan - bahan basa dapat bermanfaat sebagai berikut :
1. Natrium nitrat kegunaannya untuk membuat pupuk
2. Kalsium sulfat kegunaannya untuk membuat gips
3. Natrium Klorida kegunaannya untuk penyedap makanan

D. Indikator Asam dan Basa
Indikator adalah suatu bahan yang dapat digunakan untuk mengindentifikasi suatu bahan.Bahan itu termasuk asam atau basa. Indikator dapat dibedakan menjadai 2 macam yaitu sintetik dan alami. Indikator sintetik contohnya kertas lakmus, metal merah dan fenolptalein (PP).sedangkan indicator alami contohnya kembang sepatu,kunyit, wortel,bunga bougenvil dan lain – lain.

Nama Indikator Warna dalam asam Warna dalam Basa
Fenolftalaein (PP)
Fenol Merah
Metil Merah
Metil Kuning
Metal Jingga
Kertas Lakmus Tidak berwarna
Kuning
Merah
Merah
Merah
Merah Merah ungu
Merah
Kuning
Kuning
Jingga – kuning
Biru


Sifat Fisis dan sifat kimia suatu zat.
A. Perubahan Materi
Materi dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang. Materi mempunyai wujud,yaitu padat,cair dan gas.Sifat materi ada dua,yaitu :
1. Sifat Fisis
Sifat fisis dapat diamati seperti warna,rasa,massa,titik didih,bau dan lainnya. Sifat fisis dapat diukur misalnya dengan timbangan
2. Sifat Kimia
Sifat kimia suatu materi adalah sifat karakteristik dari zat tersebut,untuk dapat bereaksi dengan zat yang lain.Misalnya hydrogen bereaksi dengan oksigen membentuk air,besi berkarat.Sifat tersebut bersifat statis,tidak berubah dengan perubahan waktu.

Sedangkan perubahan materi ada 2 macam :
1. Perubahan Fisika
2. Perubahan Kimia


PENGUKURAN

Pengukuran
Hasil pengamatan dengan membandingkan sesuatu besaran dengan besaran lain dan menyatakan hasilnya dengan angka-angka

Besaran fisika
Segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka dikelompokkan dalam besaran fisika, mislanya panjang, massa, waktu.
Sedangkan yang dapat diukur tetapi tidak dapat dinyatakan dengan angka bukan besaran fisika.

Besaran pokok
Besaran fisika yang satuannya tidak diturunkan dari besaran lain.
Berikut ini merupakan 7 besaran pokok:

No Besaran Pokok Satuan Lambang Dimensi
1 Panjang meter m L
2 Massa kilogram kg M
3 Waktu sekon s T
4 Arus listrik ampere a I
5 Suhu kelvin k O
6 Intensitas Cahaya candela cd J
7 Jumlah mol mole mol N


Besaran turunan
Besaran fisika yang satuannya diturunkan dari satuan besaran-besaran pokok. Misalnya kecepatan, berat, massa jenis danlain-lain

Alat ukur besaran panjang:
1. Jangka Sorong






2. Mikrometer skrup































ZAT & WUJUD

A. Massa Jenis Zat ( )
Massa jenis merupakan hasil bagi antara massa dan volum zat
Massa jenis menunjukkan ciri khas zat. Satuannya adalah kg/m3



B. Wujud Zat
Atom adalah bagian terkecil dari suatu zat yang tidak dapat dibagi lagi
Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang

Zat padat : volum dan bentuknya tetap (tidak berubah-ubah)
Zat cair : volumnya tetap, bentuknya berubah-ubah sesuai dengan bentuk tempatnya
Gas : bentuk dan volumnya berubah-ubah sesuai dengan volum dan bentuk tempatnya

Perubahan pada zat :
Perubahan fisika : perubahan pada zat yang tidak membentuk jenis zat baru
Perubahan kimia : perubahan pada zat yang membentuk jenis zat baru








Keterangan :

1. Menyublim
2. Mendeposisi
3. Menguap
4. Mengembun
5. Mencair
6. Membeku




C. Teori Partikel
Partikel atau molekul adalah bagian terkecil dari suatu zat/benda yang masih mempunyai sifat seperti zat itu
contoh : potongan kayu yang kecil-kecil

Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat dibagi-bagi menjadi zat lain dengan reaksi kimia biasa
contoh: oksigen, besi, hydrogen

Senyawa adalah zat tunggal yang tersusun dari beberapa unsur melalui reaksi kimia dengan perbandingan massa yang tetap.
contoh: karbon dioksida CO2 yang terdiri dari 1 atom karbon dan 2 atom hydrogen

Campuran adalah gabungan zat yang berlainan jenis, didalam campuran zat tidak mengalami reaksi kimia.
contoh: air kopi, air gula, dan lain-lain

Larutan adalah campuran yang serba sama (homogen)
Contoh : air mineral

Zat padat :
Partikel-pertikelnya berdekatan dan tersusun teratur karena diikat oleh gaya tarik menarik yang sangat kuat antar partikel tersebut. Partikel-partikelnya dapat bergetar dan berputar pada tempatnya tetapi tidak bebas untuk mengubah kedudukannya sehingga volum dan bentuknya tetap

Zat cair :
Partikel-pertikelnya lebih jauh dibandingkan zat padat dan dapat berpindah-pindah tetapi tidak mudah meninggalkan kelompoknya karena gaya tarik menarik yang mengikat antar partikel tidak sekuat pada zat padat. Sehingga zat cair mudah mengalir dan menyesuaikan dengan bentuk tempatnya.

Gas :
Partikel-pertikelnya sangat berjauhan sehingga gaya tarik-menarik antar partikelnya sangat lemah atau bahkan dapat diabaikan sehingga bebas bergerak. Dengan demikian volum dan bentuknya tidak tetap.

D. Kohesi & Adhesi
Kohesi :
Gaya tarik-menarik antar partikel-partikel zat sejenis

Adhesi :
Gaya tarik-menarik antar partikel-partikel zat yang tidak sejenis

Meniscus cembung :
permukaan zat cair didalam sebuah tabung yang melengkung berbentuk cembung. Ini terjadi karena gaya kohesi antar partikel zat cair lebih kuat daripada adhesi antara partikel zat cair dengan partikel dinding tabung.

Meniscus cekung :
permukaan zat cair didalam sebuah tabung yang melengkung berbentuk cekung. Ini terjadi karena gaya kohesi antar partikel zat cair lebih lemah daripada adhesi antara partikel zat cair dengan partikel dinding tabung.

E. Kapilaritas
“Peristiwa naik turunnya zat cair dalam pipa kapiler”

Zat cair meniscus cembung akan turun didalam pipa kapiler, semakin kecil diameter pipa maka zat cair akan semakin turun/rendah
Zat cair meniscus cekung akan naik didalam pipa kapiler, semakin kecil diameter pipa maka zat cair akan semakin naik

F. Tegangan Permukaan
Kecendrungan zat cair untuk menegang sehingga permukaannya seperti ditutupi lapisan elastis.
Makin kecil tegangan permukaan zat cair, maka akan semakin besar kemampuan zat cair untuk membasahi benda

TATA SURYA

Anggota – anggota tata surya:
1. matahari 4. komet
2. planet 5. asteroid
3. bulan 6. meteor

Tata surya :

Urutan planet dimulai dari yang paling dekat dengan matahari
Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus
(Me – Ve – Bu – Ma – Yu – Sa – Ur – Nep)

Planet dalam adalah planet yang orbitnya didalam orbit asteroid
Contoh : Merkurius, Venus, dan Mars
Planet luar adalah planet yang orbitnya di luar orbit asteroid
Contoh : Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus

Planet inferior adalah planet yang orbitnya di dalam orbit bumi
Contoh : Merkurius, dan Venus
Planet superior adalah planet yang orbitnya di luar orbit bumi
Contoh : Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus

Planet terrestrial adalah planet yang ukuran dan komposisi batuannya mirip Bumi

Planet jovian (raksasa) adalah planet yang ukuran dan komposisi batuannya mirip Yupiter

Asteroid berada diantara planet Mars dan Yupiter.
Asteroid terbesar dinamakan Ceres (diameter = 1000 km)

Matahari disebut bintang karena dapat memancarkan cahaya sendiri
Planet dapat terlihat karena memantulkan sinar matahari yang diterimanya

Periode revolusi planet terhadap matahari berhubungan dengan jari-jari orbit planet.
Tetapi periode rotasi planet tidak berhubungan dengan jari-jari orbit planet
Sehingga periode revolusi paling lama adalah Pluto dan periode paling singkat adalah planet Merkurius.

Venus dan Uranus memiliki arah gerak rotasi dari timur ke barat
Sedangkan tujuh planet lainnya memiliki arah gerak rotasi dari barat ke timur

Massa jenis terbesar dimiliki oleh Bumi dan yang terkecil dimiliki oleh saturnus

Matahari
Unsur terbanyak penyusun matahari adalah Hidrogen (75%) dan terbanyak kedua adalah Helium (20%)
Bagian – bagian matahari :
Inti matahari : bagian paling dalam merupakan tempat berlangsungnya reaksi fusi dan terbentuknya energi
Fotosfer : bagian yang nampak menyerupai piringan emas yang terang
Kromosfer : pancaran cahya berwarna putih yangmelingkar di luar fotosfer
Korona : cahaya merah di sebelah luar kromosfer yang merupakan lapisan luar atmosfer matahari

Energi matahari terbentuk didalam inti karena terjadi reaksi fusi nuklir dari dua inti hydrogen menjadi satu inti Helium.
Setiap detik terdapat 4,6 juta ton massa yang berubah menjadi energi sebesar:

E = m . c2
= (4,6 106 ton) (3 x 108 m/s)2
= 4,1 x 1026 joule

Bumi
Bumi adalah planet yang memiliki kehidupan

Bukti bahwa bentuk Bumi adalah bulat, yaitu :
Potret Bumi dari luar angkasa oleh Apollo 17
Ketika meninggalkan pelabuhan, badan kapal menghilang lebih dahulu kemudian tiangnya
Pelayaran Magelhan menuju kesatu arah ternyata kembali ketempat semula

Bumi agak pepat pada kedua kutubnya dan agak menggelembung pada khatulistiwa

Rotasi Bumi : perputaran bumi pada porosnya
Revolusi Bumi : perputaran bumi mengelilingi matahari

Akibat revolusi bumi Akibat rotasi bumi
Paralaks bintang Perbedaan semu harian matahari
Pergantian musim Perbedaan waktu
Perbedaan lamanya malam dan siang Pembelokkan angina
Pergeseran semu matahari Terjadinya arus laut
Terlihatnya rasi bintang Terjadinya siangdan malam
Perbedaan percepataan gravitasi
Bumi berbentuk pepat pada porosnya

Bulan
Rotasi bulan : perputaran bulan pada porosnya
Revolusi bulan terhadap bumi : perputaran bulan mengelilingi bumi
Revolusi bulan terhadap matahari : perputaran bulan mengelilingi matahari

Bulan tidak memiliki atmosfer, akibatnya:
Tidak ada kehidupan, karena suhu dipermukaan bulan berubah sangat cepat pada siang maupun malam
Langit di bulan tampak hitam kelam
Bunyi tidak dapat merambat di bulan

GERAK LURUS

A. Kelajuan & Kecepatan

Kecepatan :
Hasil bagi antara perpindahan (perubahan kedudukan) dengan selang waktu.
Kelajuan :
Hasil bagi antara jarak yang ditempuh dengan selang waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak itu. (dengan kata lain kelajuan merupakan besar kecepatan tanpa memperhatikan arah perpindahannya)

B. Gerak Lurus Beraturan
1) Pengertian :
Gerak dengan lintasan lurus dan dalam selang waktu yang sama menempuh jarak yang sama. (gerak lurus dengan kelajuan tetap)

2) Ciri-ciri GLB :
Lintasan lurus
Kecepatan tetap
Percepatan = 0
3) Jarak : St = S0 + v . t

Keterangan :
St = jarak setelah t satuan waktu
S0 = jarak mula-mula (awal)

C. Gerak Lurus Berubah Beraturan
1) Pengertian :
Gerak dengan lintasan lurus dengan kecepatan berubah secara beraturan.
(gerak lurus dengan percepatan tetap)
Percepatan adalah hasil bagi perubahan kecepatan dengan selang waktu yang diperlukan

2) Ciri-ciri GLBB :
Lintasan lurus
Kecepatan berubah beraturan
Percepatan tetap (konstan)

3) Jenis GLBB :

GLBB dipercepat → a positif GLBB diperlambat → a negatif

4) Persamaan :
Perubahan kecepatan
Percepatan =
Selang waktu

Keterangan :
a = percepatan
v = perubahan kecepatan
vt = kecepatan akhir
v0 = kecepatan awal
t = waktu

D. Gaya
Gaya adalah tarikan atau dorongan yang dapat menyebabkan :
Benda bergerak menjadi diam
Benda diam menjadi bergerak
Benda berubah bentuk
Benda bergerak berubah arah

Gaya termasuk besaran vector, sehingga memiliki besar dan arah

Reslutan gaya :
Sebuah gaya pengganti dua atau lebih gaya-gaya yang bekerjapada suatu benda.

Hukum Newton

a. Hukum I Newton
Menyatakan sifat kelembaman suatu benda. Jadi benda cenderung untuk kembali kepada keadaannya semula
Persamaannya :

Jika benda diam dan resultan gaya yang bekerja padanya nol, maka benda akan terus diam
Jika benda bergerak dan resultan gaya yang bekerja padanya nol, maka benda akan terus bergerak

b. Hukum II Newton
Ketika resultan gaya yang bekerja pada suatu benda tidak nol maka benda akan mengalami perubahan kecepatan (percepatan), yang besar percepatannya sebanding dengan besar resultan gaya dan berbanding terbalik dengan massa benda (m)

Dimana :
a = percepatan (m/s2)
= resultan gaya (Newton = kg m /s2)
m = massa benda (kg)

c. Hukum III Newton
Jika sebuah benda (X) mengerjakan gaya (aksi) terhadap benda lain (Y), maka benda Y akan memberikan gaya (reaksi) kepada benda X dengan besar yang sama dan arah yang berlawanan.

Persamaannya :

F aksi = F rekasi

TEKANAN

A. Tekanan
Gaya untuk tiap satuan luas permukaan tempat gaya itu bekerja

Dimana :
P = tekanan (pascal = N/m2)
F = gaya (N)
A = Luas permukaan (m2)

a) Tekanan pada zat cair
Tekanan hidrostatik (Ph) adalah tekanan yang diakibatkan oleh zat cair yang diam pada suatu kedalaman tertentu

Persamaannya :

Ph = . g . h
Dimana :
Ph = tekanan dalam zat cair (Pascal)
= massa jenis zat cair (kg/m3)
g = gaya gravitasi (m/s2)
h = kedalaman (m)

Hukum Pascal :
“Tekanan yang diberikan pada zat cair dalam suatu ruang tertutup diteruskan ke segala arah sama besar.”

Prinsip Pascal :
“dengan memberikan gaya yang kecil pada penghisap kecil dapat menghasilkan gaya yang lebih besar pada penghisap besar”

Persamaannya :

P1 = P2
Dimana :
F1 = gaya pada penampang 1
F2 = gaya pada penampang 2
A1 = luas penampang 1
A2 = luas penampang 2

Beberapa alat-alat yang menggunakan prinsip Pascal :
1. Dongkrak Hidrolik
2. Pompa hidrolik ban sepeda
3. Rem piringan hidrolik
4. Mesin hidrolik pengangkat mobil

Bejana berhubungan

Persamaannya :

Dimana :
= massa jenis zat cair 1
= massa jenis zat cair 2
h1 = ketinggian zat cair 1
h2 = ketinggian zat cair 2

Hukum Archimedes
“Jika sebuah benda dicelupkan sebagian atau seluruhnya di dalam suatu zat cair akan mengalami gaya apung yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda itu.”

Besarnya gaya apung sebanding dengan volum zat cair yang dipindahkan oleh benda itu
Persamaaannya :

Gaya apung = berat zat cair yang dipindahkan oleh benda yang tercelup

b) Tekanan udara
Tekanan udara yang disebabkan oleh lapisan atmosfer di atas permukaan laut sebesar 1 atmosfer atau 76 cm Hg

Setiap kenaikan 10m dari permukaan air laut, tekanan udara berkurang 1mm Hg.
Persamaannya :

h = (76 – P1) x 100m

h : ketinggian suatu tempat (m)
P1 = tekanan udara luar (76 cm Hg)

Tekanan gas dalam ruang tertutup, dapat diukur dengan manometer

Persamaannya :
Pgas = cm Hg
Jika zat cair yang digunakan adalah air

PGas = tekanan gas
PBar = tekanan barometer
h = selisih/perbedaan ketinggian air raksa

Jika PBar tidak diketahui, maka gunakanlah tekanan udara atmosfer (luar) sebesar 76 cm Hg

Hokum Boyle
“Hasil kali tekanan dnegan volum udara dalam ruang tertutup adalah konstan, jika suhu dijaga tetap.”

Persamaannya :

P x V = konstan

P1 x V1 = P2 x V2

Dimana :
P1 = tekanan gas pada keadaan 1
P2 = tekanan gas pada keadaan 2
V1 = volum gas pada keadaan 1
V = volum gas pada keadaan 1

ENERGI & USAHA

A. Energi

Kemampuan untuk melakukan kerja/usaha (Joule/kalori)

1 joule = 0,24 kalori
1 kalori = 4200 joule

Persamaan-persamaan energi :

Energi Mekanik :

Em = Ep + Ek

Energi potensial :

Ep = m . g. h

Energi kinetic :

Ek = m . v2

Dimana :
Em = energi mekanik
Ep = energi potensial
Ek = energi kinetic

m = massa
v = kecepatan
g = percepatan gravitasi
h = ketinggian


B. Usaha

Persamaan :

Usaha (Joule) = gaya (N) x perpindahan (m)

W = F x s

Usaha yang dilakukan oleh sejumlah gaya searah yang mengakibatkan benda berpindah sejauh s sama dengan jumlah usaha olehtiap-tiap gaya

Wtotal = W1 + W2 + W3 + W4 + …
= F1 S1+ F2 S2+ F3 S3+ F4 S4+ …
= (F1 + F2 + F3 + F4 + …)S

Daya
Usaha yang dilakukan gaya dalam satu satuan waktu
Daya =
P =
1 Horse Power = 746 watt
PESAWAT SEDERHANA

Setiap alat yang dapat mempermudah untuk melakukan usaha disebut pesawat sederhana.
Penggunaan pesawat sederhana akan mendatangkan keuntungan mekanik

Macam-macam pesawat sederhana :

a) Tuas (pengungkit)
Prinsip tuas :

beban x lengan beban = kuasa x lengan kuasa

W x = F x

Keuntungan Mekanik (KM)

KM =
Dimana :

KM = keuntungan mekanik
W =beban
F = kuasa
= lengan beban
= lengan kuasa

b) Katrol
c) Bidang miring

Alat-alat yang menggunakan prinsip bidang miring :
a) sekrup (bidang miring yang dipintalkan pada sebuah silinder)
b) paku, pasak, peniti, jaum, kampak, pisau,linggis
c) jalan berkelokdi pegunungan

LITHOSFER & ATMOSFER

A. Proses Pelapukan
Tiga proses eksogen meliputi :
a. Pelapukan
Peristiwa penghancuran/perusakan dan pelepasan partikel batuan
b. Erosi
Pengikisan, penorehan dan pengankutan partikel batuan ke tempat lain
c. Pencucian batuan

Dua macam pelapukan, yaitu:
a. Pelapukan mekanik (fisik)
Proses memecahkan batuan besar menjadi batuan kecil dan batuan kecil menjadi halus, tanpa ada perubahan kimia pada mineral-mineral penyusunnya

Contoh pelapukan mekanik :
Tekanan dari kristalgaram
Pemuaian termal
Pemuaian akibat pembebasan tekanan
Aksi air beku
Kegiatan biologi

b. Pelapukan kimia
Proses memecahkan batuan besar menjadi batuan kecil yang disertai perubahan kimia pada mineral penyusunnya.

Komponen utama pada pelapukan kimia:
a. Oksigen
b. air hujan
c. asam (yang paling efektif pada pelapukan kimia adalah asam karbonat / H2CO3)

Batu gamping yang mengandung mineral karbonat mudah dilapukan oleh asam mudah larut dalam air.
Proses pelarutan batuan gamping menyebabkan gejala:
a) dolina (danau karst)
b) gua dan sungai bawah tanah
c) stalaktit dan stalakmit

Dampak Positif Pelapukan :
a) menghasilkan tanah
b) membuat air laut bergaram
c) menghasilkan endapan bijih logam dan mineral-mineral
d) menghasilkan bentuk batuan yang menarik wisatawan

B. Pemanasa Global
Pemanasan global adalah meningkatnya suhu bumi akibat efek rumah kaca. Sehingga menyebabkan mencairnya es di kutub dan naiknya permukaan laut yang dapat menenggelamkan dataran rendah.
Efek rumah kaca merupakan efek dari meningkatnya konsentrasi karbondioksida di atmosfer bumi, sehingga radiasi dari bumi kembali lagi ke bumi karena tidak dapat keluar dari bumi terhalang oleh karbondioksida yang sudah melebihi batas nomal.

Freon (kloroflourokarbon) dapat merusak ozon di atmosfer bumi, sehingga sinar ultraviolet yang masuk ke bumi meningkat.
Sinar ultraviolet dapat menyebabkan timbulnya penyakit kanker kulit dan katarak mata.

Karbonmonoksida dapat bereaksi dengan haemoglobin (Hb) dalam darah manusia. Akibatnya oksigen yang dapat diikat hanya sedikit, karena Hb tersisa sangat sedikit.

TATA SURYA

Anggota – anggota tata surya:
4. matahari 4. komet
5. planet 5. asteroid
6. bulan 6. meteor

Tata surya :

Urutan planet dimulai dari yang paling dekat dengan matahari
Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus
(Me – Ve – Bu – Ma – Yu – Sa – Ur – Nep)

Planet dalam adalah planet yang orbitnya didalam orbit asteroid
Contoh : Merkurius, Venus, dan Mars
Planet luar adalah planet yang orbitnya di luar orbit asteroid
Contoh : Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus

Planet inferior adalah planet yang orbitnya di dalam orbit bumi
Contoh : Merkurius, dan Venus
Planet superior adalah planet yang orbitnya di luar orbit bumi
Contoh : Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus

Planet terrestrial adalah planet yang ukuran dan komposisi batuannya mirip Bumi

Planet jovian (raksasa) adalah planet yang ukuran dan komposisi batuannya mirip Yupiter

Asteroid berada diantara planet Mars dan Yupiter.
Asteroid terbesar dinamakan Ceres (diameter = 1000 km)

Matahari disebut bintang karena dapat memancarkan cahaya sendiri
Planet dapat terlihat karena memantulkan sinar matahari yang diterimanya

Periode revolusi planet terhadap matahari berhubungan dengan jari-jari orbit planet.
Tetapi periode rotasi planet tidak berhubungan dengan jari-jari orbit planet
Sehingga periode revolusi paling lama adalah Pluto dan periode paling singkat adalah planet Merkurius.

Venus dan Uranus memiliki arah gerak rotasi dari timur ke barat
Sedangkan tujuh planet lainnya memiliki arah gerak rotasi dari barat ke timur

Massa jenis terbesar dimiliki oleh Bumi dan yang terkecil dimiliki oleh saturnus

Matahari
Unsur terbanyak penyusun matahari adalah Hidrogen (75%) dan terbanyak kedua adalah Helium (20%)
Bagian – bagian matahari :
Inti matahari : bagian paling dalam merupakan tempat berlangsungnya reaksi fusi dan terbentuknya energi
Fotosfer : bagian yang nampak menyerupai piringan emas yang terang
Kromosfer : pancaran cahya berwarna putih yangmelingkar di luar fotosfer
Korona : cahaya merah di sebelah luar kromosfer yang merupakan lapisan luar atmosfer matahari

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar